Sabtu, 08 Juni 2013

Cinta dan Perkawinan


·         Artikel/Fenomena 1 (Deskripsi Cinta dan Perkawinan)

Menempuh jalan cinta dengan pernikahan adalah pilihan bagi setiap orang. Jalan cinta teramat indah dan menggetarkan, dengan beribu asyik yang unik. Sedangkan momen Pernikahan adalah proses penting dalam jalan cinta, yang sakral, yang darinya seseorang dapat menemukan makna hidup menuju kesejatian diri.

Menjelang pernikahan biasanya seseorang mengalami keterasingan, apalagi jika dihadapkan pada bayang-bayang ketidak jelasan masa depan, serta tantangan global dalam mekanisme pasar yang seringkali mengikis spiritualitas. Belum lagi menghadapi perbedaan yang seringkali muncul dalam keluarga seperti perbedaan budaya, keyakinan, visi hidup serta pengalaman hidup masing-masing. Namun, pernikahan sebagai awal proses pembentukan keluarga tetap menyimpan sejuta harapan. Pernikahan menyisakan ruang yang memungkinkan setiap orang untuk terus “membaca” dan menemukan “makna” kehidupan yang mendasari perjalanan cinta mempelai jiwa. Dengan begitu maka mereka dapat bertahan dalam menempuh jalan cintanya. Menikah memungkinkan sebuah cinta barlangsung melembaga, segar dan nyaman. Pernikahan melambangkan cinta dalam suatu keluarga.

Keluarga, sebagai lembaga sosial terkecil kemudian berhubungan dengan keluarga lain hingga melahirkan masyarakat berkebudayaan dan berperadapan. Keluarga menjadi penting dalam kaitannya dengan masyarakat. Munculnya persoalan dalam masyarakat tidak lepas dari persoalan dalam keluarga, seperti terabaikannya kesehatan, ketidak adilanan sampai kekerasan dalam rumah tangga. Persoalan tersebut bukan tidak mungkin disebabkan oleh sempitnya ruang untuk saling belajar dan memupuk pengertian dalam membangun “kesadaran baru” tentang budaya maupun ideologi yang membebaskan dan tidak membelenggu.
Kalau momen pernikahan disadari sebagai wujud dari pembentukan keluarga baru yang berpengaruh bagi masa depan peradaban, maka akan menjadi penting untuk mendasari pernikahan dengan spirit pencerahan dan spirit pembebasan dari ketidak adilan kultural maupun struktural untuk menuju kehidupan yang lebih manusiawi.
Sebenarnya apa sih cinta itu?
Cinta adalah memberi, mempedulikan, tanpa menuntut, serta tanpa cemburu. Seperti matahari menyinari dunia tanpa pamrih, hanya kasih, harapan dan kerinduan. Bukti mengalir bersama waktu, bersama kegetiran menahan emosi, menahan kesetiaan yang semakin rapuh oleh air mata dan darah. Cinta akan menjadikan mereka buta bahkan gila. Cinta itu bukan penyakit karena itu cinta tak perlu obat. Dinikmati saja rasanya hingga kita akan terbiasa menahan sensasinya yang menikam, menusuk, lalu perih, lalu indah, lalu diulang, lagi dan lagi. Semua itu berjalan dengan alamiah. Tetapi semua akan kosong tanpa cinta dan tak akan ada artinya. Jabatan tanpa cinta akan menjadi sepi, uang tanpa cinta akan menjadi hampa, rumah tangga tanpa cinta akan menjadi hambar, bahkan makan tanpa cinta juga akan menjadi tidak nikmat. Cinta menjadi syarat dasar bagi semua hal agar terasa hidup dan menyenangkan, cinta akan menjadikan hidup ini semakin bermakna..cinta membuat semuanya hidup.
Untuk itu cinta merupakan kekuatan yang sangat berkualitas. Cinta memiliki kekuatan untuk menjadi dan menjelma. Dengan cinta manusia mampu memapah dan memupuk rasa saling pengertian untuk membangun kehidupan yang ceria dan bahagia, yang berpijak pada keindahan-Nya.

Tanggapan dan Pembahasan 1 (Deskripsi Cinta dan Perkawinan)
Tanggapan saya mengenai artikel diatas, artikel itu  cukup mewakili pembahasan tentang cinda dan perkawinan dimana pernikahan sebagai jalan menuju kesempurnaan dari sebuah cinta. Sementara cinta itu sendiri berarti perasaan saling mengasihi, berbagi dan menghargai serta menghormati. Sebuah pernikahan sama pentingnya dengan sebentuk cinta yang memang telah Tuhan karuniai bagi setiap hambaNya. Dengan cinta seorang yang lemah bisa menjadi kuat, dengan cinta seorang yang penakut bisa mendadak pemberani, begitupun sebaliknya. Hebatnya cinta, ia mampu menbolak-balikan hati manusia, untuk itu perlu adanya sebuah ikatan agar sebuah cinta dapat terus bertumbuh tanpa salah arah.

Deskripsi Cinta dan Perkawinan
Lalu bagaimana deskripsi cinta dan perkawinan itu?  Saya pernah membaca sebuah buku karangan usatad Felix Siauw dimana dalam bukunya tersebut beliau mendeskripsikan bahwa cinta adalah anugrah, cintalah yang memanusiakan manusia, mewarnai kehidupan dan menerbitkan harapan. Beliau juga mengatakan jika Islam tidak pernah mengharamkan cinta, Islam mengarahkan cinta agar ia berjalan pada koridornya. oleh karena itu perlu adanya sebuah ikatan suci agar cinta tidak ternodai, dalam hal ini ustad Felix Siauw dalam bukunya mendeskripsikan bahwa satu-satunya jalan adalah pernikahan yang dengan semuanya cinta jadi halal dan penuh keberkahan. Pernikahan adalah pintu menuju kebaikan yang bertebaran pada jalan-Nya, dan juga bagian dari keindahan yang Allah beri di dunia. (Sumber : Siauw, Y. Felix. 2013. Udah Putusin Aja!. Bandung : Mizan Media Utama)


·         Artikel/Fenomena 2 (Bagaimana Memilih Pasangan)

Tips Memilih Pasangan Hidup Ideal
Sekarang sudah bukan saatnya mengatakan memilih pasangan hidup seperti membeli kucing dalam karung. Alias tebak-tebak berhadiah. Kalau ternyata pasangan kita baik artinya untung, kalau tidak namanya buntung. Era keterbukaan komunikasi memungkinkan mereka yang sedang berpacaran bertanya sedetail mungkin tentang pasangannya. Tak hanya hal yang disukai atau dibenci, bahkan sampai urusan seksual pun sebaiknya ditanyakan. Agar cita-cita Anda mendapatkan pasangan yang baik tercapai ada beberapa hal yang musti diketahui. Simak tips berikut ini!

Jadilah pribadi yang baik
 
Meskipun kata "baik" ukurannya sangat relatif, namun ada pertanyaan yang bisa memandu Anda menjadi orang "baik" yaitu bagaimana aku ingin diperlakukan oleh orang lain. Jika Anda ingin disayangi, maka sayangilah orang lain. Jika Anda ingin didengar, maka dengarkanlah orang lain. Begitu juga ketika Anda ingin mendapat pasangan yang mau memahami dan menerima Anda apa adanya, maka terimalah orang lain, lengkap dengan segala kekurangan dan kelebihan yang dimiliki. 

Menerima diri sendiri apa adanya
Ini hal mendasar yang sulit dilakukan. Seringkali seseorang yang merasa punya kekurangan berusaha menutupi dengan hal lain. Padahal, kekurangan itu menjadi sempurna ketika disyukuri. Bukannya ditolak, apalagi tidak diakui. Biasanya seseorang yang mampu bersyukur atas keadaan dirinya punya aura positif yang bisa menarik pribadi lain beraura sama. 

Gaya hidup
Gaya hidup pasangan sangat penting untuk menjaga keutuhan rumah tangga. Semisal,  Anda memiliki pasangan yang suka berfoya-foya. Padahal, sebagai pegawai gaji Anda tak seberapa. Lalu untuk menyenangkan pasangan Anda terpaksa berhutang kemana-mana. Sebisa mungkin ketika pacaran Anda mengetahui gaya hidup pasangan agar tak menimbulkan masalah di kemudian hari. 

Pemahaman tentang seks

Ada banyak kasus perceraian terjadi karena persoalan seks. Oleh sebab itu, cobalah bertanya kepada calon pasangan Anda tentang seks. Apakah ia termasuk orang yang menginginkan berbagai variasi atau tidak. Selain itu mintalah kepada calon pasangan untuk menilai dirinya sendiri. Apakah ia termasuk orang yang memiliki hasrat seks menggebu-gebu atau biasa saja. Informasi itu penting mengingat ada banyak kasus perselingkuhan terjadi karena  kebutuhan seks tak dapat dipenuhi pasangan secara optimal.

Menantang diri sendiri
Tak ada seorang pun yang lahir di dunia tanpa kekurangan. Itulah alasan terkuat bagi Anda untuk terus memperbaiki diri dari waktu ke waktu. Tak ada gunanya meminta, atau memaksa pasangan untuk berubah. Sedangkan, Anda sendiri tak mau memperbaiki diri. Contoh nyata jauh lebih efektif untuk membuat pasangan berubah ketimbang nasehat, bentakan apalagi umpatan

(Sumber : http://gudeg.net/id/news/2012/11/7241/Tips-Memilih-Pasangan-Hidup-Ideal.html)

Tanggapan dan Pembahasan 2 (Bagaimana Memilih Pasangan)
Menurut saya artikel diatas sudah cukup menjelaskan secara rinci mengenai bagaimana memilih pasangan hidup yang intinya adalah berkaca pada diri sendiri. Sebab apa yang kita dapatkan di dunia ini adalah hasil dari apa yang kita perbuat dan lakukan, jadi ada baiknya dalam memilih pasangan hidup kita jangan terlalu banyak menuntut, melainkan terus memperbaiki serta memantaskan diri agar kelak calon pendamping kita merupakan orang yang memang benar-benar pantas untuk kita.

·         Artikel /Fenomena 3 (Seluk-beluk Hubungan dalam Perkawinan dan Penyesuaian dan Pertumbuhan dalam Perkawinan)

CINTA SEJATI
Metro TV : Kick Andy True Story-

Eko Pratomo Suyatno, direktur perusahaan asset management pasar modal & invest. Ÿğ telah merintis & memajukan reksadana di Ind. P. Eko menikah lbh dr 32 th dgn 4 anak. Di usia ke 58 th, kesehariannya diisi dgn merawat istrinya, yg skt krn saat melahirkan anak ke 4, tiba2 kakinya lumpuh 2 thn & thn ke 3 tubuh istrinya semkn lemah & lidahnya pun tdk bs digerakkan. Stp hari ia memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi & mengangkat istrinya ke atas tmpt tdr. Sblm bekerja ia meletakkan istrinya di dpn TV spy tdk kesepian. Siang hr menyuapi, sorenya memandikan, menyuapi & menemani istrinya nonton TV & bercerita apa yg dialami dlm 1 hari. Rutinitas itu dilakukan selama 25 thn dgn sabar merawat istrinya sendiri smp ke 4 anaknya dewasa & menikah tinggal si bungsu kuliah.
Suatu hr ke 4 anaknya ingin menjaga, merawat ibunya scr bergantian & mengijinkan bapaknya menikah lg utk menikmati masa tuanya.
Ttp P.Eko berkata : jklau pernikahan & hdp di dunia ini hanya utk nafsu, mgkn bpk akan menikah. tp adanya ibumu disampingku itu sdh cukup. Kalian yg kurindukan hadir di dunia ini dgn penuh cinta yg tdk satupun dpt dihargai dgn apapun. Dan apkh ibumu inginkan spt ini ? Apkh bpk bs bahagia meninggalkan ibumu? Kalian ingin bpk yg msh diberi kesehatan dirawat oleh org lain tp bgmn dgn ibumu yg skt? Menangislah ke 4 anaknya & mrk melihat ibunya pun menangis dgn pilu. P. Eko bercerita di dpn Metro TV: jk manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta dlm pernikahan ttp tdk mau memberi wkt,tenaga,pikiran & perhatian itu adlh kesia2an. Sy memilih istri menjd pendamping hdp & sewkt dia sehat pun dgn sabar merawat, mencintai saya dgn Hati & batinnya bkn dgn Mata. Diapun memberi 4 anak & skrg sakit krn berkorban utk cinta kami, itu mrpkn ujian bagi sy, apkh dpt berkomitmen utk mencintainya apa adanya. Sehatpun blm tentu sy mencari penggantinya aplgi sakit.. Mencintai tnp Syarat akan membuat suatu hubungan lebih indah n bahagia. Bukankah itu cinta sejati
Kick Andy Metro Tv
Lord, teach us from Your holy Word
The truth that we must know,
And help us share the joyous news
with all little ones around us. Amen

Tanggapan dan Pembahasan 3 (Seluk-beluk Hubungan dalam Pernikahan)

Menurut saya kisah Pak Eko Pratomo yang sangat mencintai dan mampu menerima istrinya dalam kondisi apapun patut dicontoh, sebab darinyalah kita dapat belajar mengenai seluk-beluk hubungan dalam perkawianan. Perkawianan sejatinya memanglah indah, namun tidak dapat kita pungkiri bahwa seringkali terjadi hal-hal yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya dalam perkawinan, semisal kisah Pek Eko Pratomo diatas, istrinya harus menderita kelumpuhan akibat penyakit lupus yang menyerang kekebalan tubuhnya. Hingga akhirnya sang anak menyuruh Pak Eko untuk menikah lagi, namun atas dasar cinta dan kesetiaan, Pak Eko menolak permintaan tersebut dengan amat tegas. Beliau mengajarkan pada kita bahwa seluk-beluk yang terjadi dalam perkawinan adalah sebuah keharusan untuk dilewati bersama, bukan menghindarinya dengan mencari jalan pintas menikah atau bercerai.

Tanggapan dan Pembahasan 4 (Penyesuaian dan Pertumbuhan dalam Perkawinan)

 Masih menanggapi artikel mengenai kisah Pak Eko Pratomo, menurut saya lagi-lagi kisah ini dapat dijadikan contoh. Menyesuaikan diri setelah perkawinan memang bukanlah perkara mudah, sebab banyak yang kita tidak ketahui mengenai pasangan kita, kita ketahui setelah menikah, banyak pula hal yang terjadi stelah pernikahan yang membuat pasangan kita berbeda dari sebelumnya,seperti halnya Pak Eko Pratomo yang harus menyesuaikan diri dengan kondisi istrinya, namun darisanalah Pak Eko Pratomo mengajarkan pada kita bahwa dengan menerima pasangan kita dalam kondisi apapun akan mampu membuat cinta justru terus bertumbuh.

·         Artikel/Fenomena 5 (Perceraian dan Pernikahan Kembali)

JAKARTA, KOMPAS.com — Presenter Christy Jusung (30) akan menggelar resepsi pernikahan tak lama setelah menjalani ijab kabul dengan Jay Alatas, Minggu (28/4/2013) di Jakarta. Untuk acara pernikahannya yang kedua itu, Christy mengaku tidak mengundang terlalu banyak orang.

Mantan istri artis peran Hengky Kurniawan ini hanya mengundang keluarga, kerabat, teman, dan kolega terdekat. "Hanya 300 undangan aja. Memang dibikin acara yang enggak besar, cuma pengin kekeluargaan aja sih," kata ibu satu anak ini, Rabu (24/4/2013).

Untuk hari bahagianya nanti, Christy memanjatkan doa khusus. Ia berharap tak lagi mengalami kegagalan dalam rumah tangganya kelak. "Setiap orang memang enggak mau gagal untuk yang kedua kalinya. Harapannya sih semoga pernikahan yang kedua ini menjadi pernikahan yang terakhir buat saya dan pasangan saya," harap Christy.

Tanggapan dan Pembahasan 5 (Perceraian dan Pernikahan Kembali)

Tanggapan saya mengenai fenomena diatas, fenomena diatas mengambarkan bahwa akhir-akhir ini masalah perceraian memang sedang ‘naik daun’ begitupun pernikahan kembali setelah perceraian. Tidak jarang perceraian menjadi momok dan trauma tersendiri. Meski semua pasangan di dunia ini tidak menginginkan adanya perceraian, namun percekcokan dan kesalahpahaman seolah menjadi bumerang yang pada akhirnya membawa pernikahan pada ujung perceraian

·         Artikel/Fenomena 6 ( Single Life)

Mengapa Banyak Orang Memilih Hidup Single?
KEHIDUPAN di perkotaan dengan hiruk pikuk aktivitas yang ada, tentu mengubah pandangan seseorang banyak hal. Termasuk di antaranya komitmen untuk menjalin hubungan dengan seseorang.

Mereka cenderung menikmati masa lajang atau bahkan enggan untuk berkomitmen secara serius. Lantas, apa alasan mereka sengaja tidak mencari pasangan? Berikut ulasannya, seperti dilansir Boldsky.

Takut patah hati

Saat seseorang bersama Anda dalam waktu yang lama, tentu ada ikatan yang kuat di dalamnya. Banyak orang takut kalau ikatan cinta tersebut malah membuatnya sakit hati dan mengakhiri hubungan yang ada.

Takut ditolak

Ada banyak pria dan wanita yang takut akan penolakan lebih dari apa pun. Mereka takut kalau pasangannya akan menolak mereka. Maka tak heran kalau mereka lebih memilih untuk tetap sendiri daripada ditinggalkan oleh pasangannya. Tentu saja, tidak bisa menerima penolakan merupakan tanda yang tak sehat. Sebab, itu artinya Anda memiliki pertahanan diri yang sangat rendah.

Mencari orang yang sempurna

Banyak orang yang percaya akan cinta sejati. Tapi mereka tidak yakin apakah pasangannya itu benar-benar tepat untuknya. Jadi, mereka merasa sulit untuk mencari sosok yang sempurna seperti impiannya.

Tanpa pamrih

Ada juga orang-orang yang takut kalau mereka ternyata tidak bisa setia kepada pasangan dan akhirnya justru melukai. Ketidakpercayaan diri tersebut yang akhirnya membuat seseorang tidak ingin terikat dalam sebuah hubungan yang serius. Mereka juga tidak ingin disalahkan seandainya ada sesuatu yang terjadi pada hubungan tersebut.

Tanggapan dan Pembahasan (Single Life)

Artikel diatas cukup bagus dalam menjelaskan beberapa alasan penyebab sebagian orang lebih memilih untuk hidup sendiri atau tidak menikah hingga akhir hayatnya. Ketakutan akan kegagalan cukup menjelaskan secara keseluruhan mengenai alasan tersebut. Hanya saja artikel tersebut tidak menjelaskan mengenai cara menghilangkan ketakutan akan kegagalan tersebut agar orang yang memilih single life dapat berkurang, sebab dalam agama setiap manusia memiliki hak untuk berpasangan dan menikah adalah wujud kesempurnaan ketaatan seoarang hamba pada RabNya 

Sumber Gambar : 



Kamis, 30 Mei 2013

Hubungan Interpersonal



           Hubungan interpersonal, menurut saya menjadi sangat penting ketika kita mengadakan komunikasi, sebab dengan hubungan interpersonal kita tidak hanya bisa menyampaikan isi pembicaraan, namun juga hubungan atau relationship antar pribadi yang akan secara otomatis membuat lawan bicara merasa nyaman ketika berkomunikasi dengan kita. “ Hubungan Interpersonal sangat penting, bahkan sangat menentukan kesehatan mental seseorang. Jika seseorang tak berhasil mengembangkan hubungan interpersonalnya secara sehat, ia juga akan gagal berkembang menjadi pribadi yang sehat” ( Sumber : Widyarini, Nilam. 2009. Membangun Hubungan Antar Manusia. Jakarta : Elex Media )

       Berbicara mengenai hubungan interpersonal  tentunya tidak terlepas dari beberapa model hubungan interpersonal itu sendiri. “menurut model ini, hubungan antar pribadi yang tidak memuaskan merupakan sumber utama penyebab tingkah laku maladaptif” ( Sumber : Supratiknya, A. 1995. Mengenal Perilaku Abnormal. Yogyakarta : Kanisius ).
A.    Berikut empat model Hubungan Interpersonal :
1.       Pertukaran Sosial (Social Exchange)
Menurut teori ini manusia saling menjalin hubungan dengan tujuan memuaskan kebutuhan masing-masing. Setiap orang mengharapakan sesuatu dari hubungannya dengan orang lain. Kalau ia memiliki cukup kebebasan ia akan memutuskan hubungan tersebut, sebaliknya, kalau ia tidak dapat keluar dari situasi hubungan tidak adil yang menimbulkan penderitaan, ia akan ambruk masuk kedalam psikopatologi.
( Sumber : Supratiknya, A. 1995. Mengenal Perilaku Abnormal. Yogyakarta : Kanisius ).

1. Model peranan {role model)
Hubunhan interpersonal adalah panggung sandiwara yang setiap orang harus memainkan perannya sesuai naskah yang dibuat masyarakat. Hubungan ini akan berkembang bila individu bertindak sesuai kewajiban atau tugas yang berkaitan dengan posisi tertentu, desakan sosial yang memaksa individu untuk memenuhi peranannya, kemampuan memerankan peranan tertentu, serta mampu menghindari konflik peranan bila individu tidak sanggup mempertemukan berbagai peranan yang kontradiktif.

2. Model Permainan
Hubungan interpersonal sebagai ajang menampilkan salah satu aspek kepribadian individu (orang tua, dewasa, anak). Dikenai sebagai analisis transaksional

3. Model Interaksional
Hubungan interpersonal merupakan suatu sistem yang memiliki sifat-sifat struktural, integrali dan medan yang masing-masing saling terkait

B.    Cara Memulai Hubungan
-          Pembentukan kesan dan ketertarikan interpersonal dalam memulai hubungan
·      Pembentukkan
Tahap ini sering disebut sebagai tahap perkenalan. Menurut Charles R. Berger, tahap ini dikelompokkan kedalam tujuh kategori, yaitu :
1. Informasi dan demografis
2. Sikap dan pendapat
3. Rencana yang akan datang
4. Kepribadian
5. Perilaku pada masa lalu
6. Orang lain
7. Hobi dan minat

·      Peneguhan Hubungan
Untuk memelihara dan memperteguh hubungan interpersonal, maka diperlukantindakan-tindakan untuk memelihara keseimbangan.

Dalam memelihara keseimbangan terdapat empat faktor, yaitu :
1. Keakraban pemenuhan kebutuhan akan kasih sayang antara komunikan dan  komunikator                        
2. Control kesepakatan antara kedua belah pihak yang melakukan komunikasi dan menentukan siapakah yang lebih dominan didalam komunikasi tersebut
3. Respon yang tepat feedback atau umpan balik yang akan terima jangan sampai komunikator salah memberikan informasi sehingga komunikan tidak mampu memberikan feedback yang tepat
4. Nada emosional yang tepat keserasian suasana emosi saat komunikasi sedang berlangsung

  C. Intimasi dan Hubungan Pribadi
Sullivan (Prager, 1995) mendefinisikan intimasi sebagai bentuk tingkah laku penyesuaian seseorang untuk mengekspresikan akan kebutuhannya terhadap orang lain. Intimasi juga adalah salah satu atribut yang paling menonjol dalam suatu hubungan intim daripada hubungan pribadi yang lain. Keintiman (intimacy) sangat berkaitan dengan derajat kecintaan, kepercayaan, kepuasan, tanggung jawab dan pengertian pasangan dalam hubungan yang dekat (intim).

  D. Intimasi dan Pertumbuhan
Steinberg (1993) berpendapat bahwa suatu hubungan intim adalah sebuah ikatan emosional antara dua individu yang didasari oleh kesejahteraan satu sama lain, keinginan untuk memperlihatkan pribadi masing-masing yang terkadang lebih bersifat sensitif serta saling berbagi kegemaran dan aktivitas yang sama.
Faktor-faktor yang menumbuhkan hubungan interpersonal yang baik adalah
1.       Berhubungan dengan orang lain tanpa menilai dan tanpa berusaha mengendalikan.
2.      Menumbuhkan sikap percaya pada diri orang lain atau Kejujuran
3.      Kejujuran yang menumbuhkan sikap percaya.sikap yang mengurangi sikap defensive dalam komunikasi amat besar pengaruhnya dalam menumbuhkan komunikasi interpersonal yang efektif

Penyesuaian Diri dan Pertumbuhan


A. Menjelaskan Konsep Penyesuaian Diri
Penyesuaian diri (adjustment) atau dapat dikatakan juga sebagai adaptasi, merupakan suatu proses dimana organisme yang agak sederhana mematuhi tuntutan-tuntutan lingkungan. (Sumber : Semiun, Y. 2006. Kesehatan Mental 1. Yogyakarta: Kanisius).

Menurut Schneider (dalam Partosuwido, 1993) penyesuaian diri merupakan kemampuan untuk mengatasi tekanan kebutuhan, frustrasi dan kemampuan untuk mengembangkan mekanisme psikologis yang tepat. Menurut Schneiders (1964), pengertian penyesuaian diri dapat ditiinjau dari tiga sudut pandang, yaitu:
  1. Penyesuaian sebagai adaptasi Menurut pandangan ini, penyesuaian diri cenderung diartikan sebagai usaha mempertahankan diri secara fisik, bukan penyesuaian dalam arti psikologis
  2. Penyesuaian diri sebagai bentuk konformitas Penyesuaian diri diartikan sama dengan penyesuaian yang mencakup konformitas terhadap suatu norma. Pengertian ini menyiratkan bahwa individu seakan-akan mendapat tekanan kuat untuk harus selalu mampu menghindarkan diri dari penyimpangan perilaku, baik secara moral, sosial maupun emosional.
  3. Penyesuaian diri sebagai usaha penguasaan Penyesuaian diri dipandang sebagai kemampuan untuk merencakan dan mengorganisasikan respons dalam cara-cara tertentu sehingga konflik-konflik, kesulitan dan frustasi tidak terjadi, dengan kata lain penyesuaian diri diartikan sebagai kemampuan penguasaan dalam mengembangkan diri sehingga dorongan emosi dan kebiasaan menjadi terkendali dan terarah.

B. Pertumbuhan Personal
Definisi pertumbuhan personal ialah perubahan secara fisiologis dari hasil proses sutau kematangan funsi-fungsi jasmani sebagai akibat dari adannya pengaruh lingkungan. Pertumbuhan dapat diartikan sebagai proses berubahnnya keadaan jasmaniah (fisik) yang turun-menurun dalam bentuk proses aktif yang berkesinambungan.

Pada dasarnya setiap individu pasti akan mengalami pembentukan karakter atau kepribadian. Dan hal tersebut membutuhkan proses yang sangat panjang dan banyak faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan kepribadiannya tersebut dan keluarga adalah faktor utama yang akan sangat mempengaruhi pembentukan kepribadian.  

1.       Penekanan Pertumbuhan Diri

Penekanan Pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal pada anak yang sehat pada waktu yang normal. Pertumbuhan dapat juga diartikan sebagai proses transmisi dari konstitusi fisik (keadaan tubuh atau keadaan jasmaniah) yang herediter dalam bentuk proses aktif secara berkesinambungan. Jadi, pertumbuhan berkaitan dengan perubahan kuantitatif yang menyangkut peningkatan ukuran dan struktur biologis.

2.      Variasi dalam Pertumbuhan

Tidak selamanya individu berhasil dalam melakukan penyesuaian diri, karena kadang-kadang ada rintangan-rintangan tertentu yang menyebabkan tidak berhasil melakukan penyesuaian diri. Rintangan-rintangan itu mungkin terdapat dalam dirinya atau mungkin diluar dirinya.

3.      Kondisi-kondisi untuk bertumbuh
Kondisi jasmaniah seperti pembawa dan strukrur atau konstitusi fisik dan temperamen sebagai disposisi yang diwariskan, aspek perkembanganya secara intrinsik berkaitan erat dengan susunan atau konstitusi tubuh. Shekdon mengemukakan bahwa terdapat kolerasi yang tinggi antara tipe-tipe bentuk tubuh dan tipe-tipe tempramen (Surya, 1977). Misalnya orang yang tergolong ekstomorf yaitu yang ototnya lemah, tubuhnya rapuh, ditandai dengan sifat-sifat menahan diri, segan dalam aktivitas sosial, dan pemilu. Karena struktur jasmaniah merupakan kondisi primer bagi tingkah laku maka dapat diperkirakan bahwa sistem saraf, kelenjar, dan otot merupakan faktor yang penting bagi proses penyesuaian diri. Beberapa penelitian menunjukan bahwa gangguan dalam sisitem saraf, kelenjar, dan otot dapat menimbulkan gejala-gejala gangguan mental, tingkah laku, dan kepribadian. Dengan demikian, kondisi sistem tubuh yang baik merupakan syaraf bagi tercapainya proses penyesuaian diri yang baik. Disamping itu, kesehatan dan penyakit jasmaniah juga berhubungan dengan penyesuaian diri, kualitas penyesuaian diri yang baik hanya dapat diperoleh dan dipelihara dalam kondisi kesehatan jasmaniah yang baik pula. Ini berarti bahwa gangguan penyakit jasmaniah yang diderita oleh seseorang akan mengganggu proses penyesuaian dirinya.